Pakaian ihram bukan hanya identitas visual, tetapi juga melambangkan kepasrahan kepada Allah SWT serta pengingat bahwa semua manusia setara di hadapan-Nya.
Tata Cara dan Niat Ihram
Sebelum mengenakan pakaian ihram, jamaah dianjurkan untuk mandi besar atau mandi junub sebagai bentuk penyucian diri. Penggunaan wewangian diperbolehkan sebelum berniat ihram, tetapi tidak boleh mengenai kain ihram.
Setelah mengenakan pakaian ihram, jamaah disunnahkan melaksanakan salat dua rakaat. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al Kafirun, dan rakaat kedua membaca Al Ikhlas.
Setelah itu, jamaah mengucapkan niat ihram sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلّٰهِ تَعَــالَى
Latin:
Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala
Artinya:
“Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah ta’ala.”
Niat ini diucapkan di tempat yang telah ditentukan, yang dikenal dengan istilah miqat.
Miqat terdiri dari dua jenis, yaitu miqat zamani yang berkaitan dengan waktu, dan miqat makani yang berkaitan dengan lokasi.
Miqat zamani untuk haji dimulai sejak bulan Syawal hingga 10 Dzulhijjah. Sementara miqat makani meliputi beberapa lokasi seperti Bir Ali bagi jamaah dari Madinah, serta Yalamlam yang sering digunakan jamaah Indonesia saat di pesawat.
Bacaan Talbiyah Saat Berihram
Setelah berniat ihram, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak bacaan talbiyah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Berikut bacaan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Latin:
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak
Artinya:
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu.”
Talbiyah dibaca sepanjang perjalanan menuju tempat ibadah, termasuk saat menuju Arafah dan Masjidil Haram. Bacaan ini menjadi simbol kepatuhan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Larangan Saat Berihram
Dalam keadaan ihram, terdapat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi hingga tahallul atau berakhirnya ihram. Larangan ini bertujuan menjaga kesucian ibadah.
Berikut beberapa larangan utama saat ihram:
-
Memakai pakaian berjahit bagi pria
-
Menutup kepala bagi pria dan wajah bagi perempuan
-
Menggunakan wewangian setelah niat ihram
-
Memotong rambut atau kuku
-
Melakukan hubungan suami istri
-
Berburu hewan liar
-
Menebang tanaman di Tanah Haram
-
Melangsungkan akad nikah
-
Berkata kasar atau bertengkar
Larangan ini harus dipatuhi sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah haji. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan denda sesuai aturan syariat.
Memahami ihram secara menyeluruh akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tertib.
Dengan persiapan yang matang, baik secara ilmu maupun mental, diharapkan ibadah haji dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jamaah.
(seo)































