Logo Bloomberg Technoz

Perubahan ini menjadi sinyal awal meningkatnya potensi cuaca kering di Indonesia. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga diprediksi mulai muncul pada Mei 2026 dan bertahan hingga semester kedua tahun tersebut.

IOD positif berpengaruh dalam mengurangi suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia. Kondisi ini akan memperkuat dampak kekeringan yang sudah dipicu oleh El Nino.

BMKG juga mencatat bahwa puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami kondisi paling kering dalam satu tahun.

Sementara itu, intensitas El Nino diperkirakan akan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026, sehingga dampaknya terhadap cuaca akan semakin terasa luas.

Dampak Potensial Kemarau Ekstrem 2026

Kombinasi El Nino dan IOD positif berpotensi memperparah kondisi musim kemarau di Indonesia. BMKG memperingatkan sejumlah dampak yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

  1. Curah hujan sangat rendah di banyak wilayah

  2. Suhu udara menjadi lebih panas dari biasanya

  3. Risiko kekeringan meningkat di daerah rawan air

  4. Potensi kebakaran hutan dan lahan lebih tinggi

  5. Gangguan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan

Kondisi ini membuat sejumlah daerah berpotensi mengalami tekanan lingkungan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Turun Hujan Meski Masih Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG (Bloomberg Technoz/Asfahan)

BMKG mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap perbedaan musim kemarau dan El Nino sangat penting untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem pada 2026.

Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan air, kesiapsiagaan terhadap kekeringan, serta pencegahan kebakaran lahan.

Selain itu, sektor pertanian juga diminta untuk menyesuaikan pola tanam agar tidak terlalu terdampak oleh berkurangnya curah hujan pada periode puncak kemarau.

Dengan adanya peringatan ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi lebih ekstrem dibandingkan kondisi normal.

(seo)

No more pages