Kondisi Kawasan
Indonesia tidak sendiri yang mengalami penurunan indeks ini. Memang secara umum negara kawasan masih berada di zona ekspansi meski ada penurunan indeks.
Seperti Myanmar yang mencatatkan penurunan indeks manufaktur pada April menjadi 50,9, dari sebelumnya 51,5. Begitu juga Vietnam turun menjadi 50,5 dari 51,2.
Fakta bahwa keduanya masih bertengger di level 50 menjadi catatan bahwa masing-masing negara masih berada di zona ekspansi. Sedangkan Indonesia sampai masuk zona kontraksi.
Sebaliknya, negara-negara yang memiliki sektor manufaktur yang selaras dengan tren global seperti industri semikonduktor mengalami ekspansi yang lebih positif.
Taiwan mengalami kenaikan indeks menjadi 55,3 pada April dari 53,3 pada Maret, disusul Korea Selatan naik menjadi 53,6 dari sebelumnya 52,6, dan Malaysia naik menjadi 51,6 dari sebelumnya 50,7.
Baik Taiwan, Korea Selatan, maupaun Malaysia masuk ke dalam peta industri teknologi yang mulai berubah. Peta dunia teknologi memang sedang berubah arah. Saat ini, pabrik-pabrik teknologi yang sebelumnya terkonsentrasi di China mulai menyebar ke berbagai negara.
Di tengah era adopsi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, permintaan terhadap produk semikonduktor meningkat.
Selain Taiwan dan Korea Selatan yang telah lebih dulu menjadi pemain, Malaysia kini menyusul.
Negara tetangga ini memiliki Strategi Nasional Semikonduktor (National Semiconductor Strategy/NSS) yang baru diluncurkan pada pertengahan 2024 silam. Strategi ini pun dipandang sebagai katalis utama perubahan sebab menjadi rencana induk pemerintah yang didukung oleh insentif fiskal besar.
(dsp/aji)





























