Pergerakan dalam rentang ini mencerminkan sikap pasar yang cenderung wait and see, di tengah belum adanya katalis positif yang kuat untuk mendorong pembalikan arah.
“Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi (GDP Growth). Data tersebut akan menjadi kunci dalam menilai stabilitas makro, khususnya dalam meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya,” papar BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ITMG, BNBR, dan AADI.
Menyitir Phintraco Sekuritas, investor global masih akan mencermati potensi putaran pembicaraan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa ISM.
Sedang dari domestik, akan dirilis sejumlah data ekonomi pada pekan ini, yaitu indeks manufacturing PMI, neraca perdagangan dan inflasi. Selain itu juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi 1Q26 serta cadangan devisa, indeks harga properti dan penjualan mobil.
“Jika IHSG mampu rebound di atas level 7.000, diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.020–7.150. Namun jika IHSG masih bergerak di bawah level 7.000, diperkirakan berpotensi uji level di 6.750–6.850,” papar Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BUMI, AADI, MINA, LSIP, TINS, dan PGAS.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, berlanjutnya aksi jual investor asing, turunnya harga mayoritas komoditas dan kebijakan baru yang diluncurkan pemerintah saat hari buruh (kredit dengan bunga maksimal 5%, perpanjangan tenor hingga 40 tahun dan aplikator hanya boleh mengambil bagian maksimal 8%) berpeluang menjadi sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.870–6.785 dan resistance 7.045–7.130,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham BUMI, ADRO, AADI, ITMG, PGAS, dan JPFA.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG masih ada potensi melemah, disebabkan oleh wait and see negosiasi antara AS–Iran untuk membuka Selat Hormuz, ruang pelemahan nilai tukar rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MIKA, TPIA, dan BBCA.
(fad)

























