Namun sepertinya investor belum sepenuhnya yakin. Upaya damai AS-Iran yang putus-sambung membuat pelaku pasar masih memasang mode defensif.
Sejak perang meletus pada akhir Februari lalu, harga emas sudah ambruk sekitar 12%. Ini karena perang menyebabkan lonjakan harga energi.
Jika situasi Timur Tengah tidak kunjung membaik, maka dunia akan dihantui risiko inflasi tinggi akibat kenaikan harga energi. Akibatnya, bank sentral akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas sepanjang hari ini? Berapa saja target yang perlu diwaspadai?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Lalu indikator Stochastic RSI ada di 28. Menghuni area jual (short) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, sebenarnya harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.621/troy ons,
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.635/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 10. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.647-4.660/troy ons.
Namun jika harga emas melanjutkan koreksi, maka US$ 4.583/troy ons mungkin bakal menjadi target support terdekat. Support berikutnya ada di kisaran US$ 4.578-4.575/troy ons.
(aji)



























