Setidaknya ada sembilan serangan terhadap industri pengolahan minyak Rusia pada April—level bulanan tertinggi sejak awal tahun—menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Hal ini memangkas rata-rata produksi kilang Rusia menjadi 4,69 juta barel per hari, level terendah sejak Desember 2009, menurut perkiraan dari perusahaan analitik OilX.
Penurunan tingkat pengolahan minyak mentah menambah tekanan, baik pada pasar domestik—di mana permintaan musiman meningkat—maupun pada pasar produk minyak global, karena Rusia merupakan eksportir utama solar.
Penurunan tingkat pengolahan juga membatasi kemampuan Rusia untuk meningkatkan produksi minyak, yang selama berbulan-bulan tetap jauh di bawah kuota OPEC+.
Data menunjukkan bahwa bulan ini, Ukraina kembali menerapkan strategi yang dirancang untuk akhir 2025, berupa serangan berulang terhadap kilang-kilang minyak Rusia yang telah dipilih. Pendekatan tersebut memaksimalkan kerusakan pada fasilitas pengolahan minyak yang menjadi sasaran, sehingga mencegah perbaikan secara cepat.
Operasi di kilang utama Rosneft PJSC di Tuapse, pesisir Laut Hitam Rusia, terhenti akibat tiga serangan dalam dua minggu terakhir. Kebakaran besar di lokasi tersebut membutuhkan waktu beberapa hari untuk dipadamkan dan memicu krisis lingkungan di wilayah tersebut.
Pihak berwenang Tuapse telah bergulat dengan tumpahan produk minyak, hujan yang tercemar, dan tingginya kadar zat beracun di udara setelah kebakaran. Mereka telah mengimbau warga agar tidak menggunakan air yang tidak disaring dan tidak keluar rumah.
Meski begitu, berkurangnya operasi kilang memungkinkan Rusia meningkatkan ekspor melalui laut pada April, sementara serangan terhadap pelabuhan menurun, menurut data pelacakan tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Namun, peningkatan ini mungkin hanya sementara jika Ukraina melanjutkan serangan terhadap pelabuhan dalam waktu dekat.
Ukraina juga meningkatkan serangannya terhadap jaringan pipa minyak Rusia, menyerang setidaknya lima stasiun pompa pada April, menurut data tersebut. Meski hal itu mirip dengan serangan pada akhir 2024 dan 2025, Kyiv menyerang stasiun pompa minyak jauh di dalam wilayah Rusia, bukan fasilitas yang melayani jalur pipa ekspor di dekat perbatasan barat negara itu.
Jaringan pipa minyak domestik Rusia, yang terpanjang di dunia dan dirancang selama Perang Dingin, relatif tahan terhadap aksi militer. Hal itu memungkinkan aliran minyak dialihkan dari fasilitas yang rusak, dan sejauh ini serangan tersebut tidak berdampak jangka panjang terhadap pasokan domestik.
Awal pekan ini, Presiden Vladimir Putin menawarkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina untuk perayaan tahunan kemenangan Perang Dunia II atas Nazi Jerman, yang diperingati Rusia pada 9 Mei. Kyiv sedang mencari klarifikasi mengenai proposal tersebut, menurut Pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
(bbn)































