Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan itu, pertemuan juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan Jadestone Energy Indonesia yakni General Counsel & Company Secretary Neil Prendergast, serta Commercial & Regulatory Affairs Manager Ika Mustika Sari.

“Fokus kami adalah aset yang sudah di tahap development atau produksi agar dapat segera dioptimalkan. Kami juga membuka peluang kerja sama strategis, baik melalui kemitraan maupun akuisisi, termasuk untuk aset-aset yang belum tergarap optimal [stranded assets],” kata Andi.

Adapun, saat ini Jadestone Energy menggarap wilayah kerja (WK) Lemang di Jambi, dengan rata-rata produksi 6.400 barel setara minyak per hari (BOEPD).

WK Lemang yang mencakup lapangan gas Akatara memulai produksi kondensat pada Juni 2024 setelah penyelesaian mekanis dan pengaliran gas reservoir ke fasilitas. Setelah itu,  penjualan gas komersial dilakukan mulai Juli 2024.

Per 31 Desember 2024, ladang gas Akatara diperkirakan memiliki cadangan 2P atau jumlah cadangan terbukti dan cadangan kemungkinan sebesar 25,5 million barrels of oil equivalent (MMBOE), yang terdiri dari 83 miliar kaki kubik gas (BSCF) gas dan 11,7 juta barel setara minyak liquified petroleum gas (LPG) dan kondensat.

Produksi gas dari lapangan Akatara dijual berdasarkan perjanjian penjualan gas jangka panjang dengan PT Pelayanan Listrik Nasional Batam sebagai pembeli.

SKK Migas menargetkan investasi hulu migas 2026 senilai US$ 16 miliar, naik 3,7% dari proyeksi 2025. Menurut catatan SKK Migas, Indonesia membutuhkan investasi US$20 miliar per tahun untuk dapat mencapai ambisi lifting minyak 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

Di sisi lain, Kementerian ESDM bakal menawarkan 110 wilayah kerja (WK) migas KKKS tahun ini.

Belakangan, otoritas hulu migas telah mengadakan pertemuan dengan Indonesia Petroleum Association (IPA) ihwal rencana penawaran blok migas tersebut.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan 110 WK tersebut akan ditawarkan secara serempak. Yuliot berharap lelang anyar itu dapat meningkatkan produksi siap jual atau lifting migas Indonesia.

“Tahun ini kita menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” kata Yuliot kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Adapun, pada tahun lalu Kementerian ESDM membuka lelang WK migas dalam tiga tahap.

Dalam lelang WK migas putaran pertama 2025, ESDM melelang tiga WK yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender sebab perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan joint study di WK tersebut.

Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).

Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang sembilan blok migas pada penawaran tahap II.

Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas; Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.

Terbaru, pada akhir 2025 Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.

Sementara itu, lima blok sisanya ditawarkan lewat lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.

(azr/wdh)

No more pages