Terbaru, Presiden AS Donald Trump masih bersikeras menerapkan blokade di perairan Iran. Bahkan, mengutip Bloomberg News, sejumlah pejabat militer AS akan memberi arahan kepada Trump mengenai opsi-opsi militer lanjutan. Ini memberi sinyal bahwa pertempuran bisa kembali berlanjut setelah periode gencatan senjata selesai.
Adapun Iran juga masih bertahan dengan pendiriannya. Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menegaskan bahwa negara akan mempertahankan teknologi senjata nuklir dan tetap memegang kendali di Selat Hormuz.
“Iran akan mengamankan wilayah Teluk Persia dan memerangi eksploitasi musuh di perairan tersebut,” tulis Khamenei dalam pernyataan tertulis.
Situasi tersebut membuat harga minyak terus naik. Sepanjang April, harga minyak jenis brent menguat 6,18% secara point-to-point.
Saat harga minyak masih terus mahal, maka dunia akan terus dihantui oleh risiko inflasi. Jika inflasi meninggi akibat kenaikan harga energi, maka bank sentral di berbagai negara akan kesulitan melakukan pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk perdagangan Mei? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), emas ternyata mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 73.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI di atas 60 sekaligus menjadi sinyal bahwa sudah jenuh beli (overbought).
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, ini malah menunjukkan sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan bulan ini, harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.675/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.758-4.840/troy ons. Target berikutnya ada di rentang US$ 4.910-5.055/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.221/troy ons.
Namun kalau harga emas malah turun, sepertinya US$ 4.592/troy ons bisa menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko menggunting harga ke kisaran US$ 4.530-4.378/troy ons.
Target support selanjutnya ada di level US$ 4.295-4.296/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.057/troy ons.
(aji)




























