Logo Bloomberg Technoz

"Investor jelas sedang berusaha mengabaikan semua hambatan yang menghadang" ujar Mark Malek, Chief Investment Officer di Siebert Financial. "Namun, saya memperkirakan jalanan di depan akan tetap terjal. Saya bertanya-tanya apakah sebagian besar investor sudah siap untuk perjalanan semacam itu."

Sejumlah laporan laba kuat dari perusahaan teknologi berkapitalisasi besar turut dibayangi kekhawatiran atas rencana belanja besar. Saham Meta Platforms Inc merosot 8,7%, penurunan terbesar sejak Oktober, setelah memproyeksikan belanja modal yang lebih tinggi dari perkiraan. Microsoft Corp juga melemah akibat kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan. Fokus terhadap rencana belanja ini akan kembali mengemuka, dengan perusahaan seperti Apple Inc dijadwalkan merilis laporan keuangannya setelah penutupan pasar.

“Pasar akan semakin mencermati rencana belanja modal tersebut, bahkan jika bisnis inti perusahaan tetap kuat seperti dalam kasus Meta,” ujar Stefan Slowinski, Kepala Riset Perangkat Lunak Global di BNP Paribas. Ia menambahkan, hal itu terutama jika tidak ada jalur yang jelas untuk memonetisasi investasi tersebut.

Kenaikan saham teknologi dan optimisme terhadap laba perusahaan, ditambah harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah, mendorong indeks utama saham AS menuju kinerja bulanan terbaik dalam lebih dari lima tahun.

“Reli sejak titik terendah 30 Maret lebih mencerminkan rebound teknikal ketimbang perubahan fundamental yang menyeluruh, didorong oleh penutupan posisi lindung nilai dan short squeeze di tengah posisi investor yang masih cenderung underweight,” kata Mark Hackett, Kepala Strategi Pasar di Nationwide.

Investor juga mencermati sikap lebih hawkish dari Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) setelah pejabatnya mengungkap perbedaan pandangan yang semakin dalam terkait arah kebijakan, meski suku bunga tetap dipertahankan pada Rabu.

Sejumlah data makroekonomi terbaru turut memberikan gambaran kondisi ekonomi AS. Produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh lebih cepat pada kuartal pertama, didorong lonjakan besar investasi bisnis di sektor kecerdasan buatan. Belanja konsumen meningkat sebesar 1,6%, lebih tinggi dari perkiraan. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed, naik 0,7% bulan lalu—tertinggi sejak 2022.

“Semua data ini dapat diartikan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, bahkan di tengah guncangan harga minyak,” ujar Bradford Smith, manajer portofolio di Janus Henderson Investors.

Harga minyak justru turun meskipun Selat Hormuz masih ditutup. Tidak banyak tanda bahwa AS dan Iran semakin dekat untuk memecah kebuntuan negosiasi. Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan pada Kamis terkait rencana baru kemungkinan aksi militer di Iran, menurut Axios, yang meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Pada pergerakan saham individual, Caterpillar Inc melonjak ke rekor tertinggi setelah menaikkan target pertumbuhan penjualan tahun ini hingga 2030. Eli Lilly juga menguat setelah perusahaan obat obesitas tersebut meningkatkan proyeksi laba dan pendapatan tahunan. Namun, saham Check Point Software Technologies Ltd. anjlok setelah memangkas proyeksi pendapatannya.

(bbn)

No more pages