Panggilan telepon ini terjadi di momen krusial bagi Trump, yang hingga kini masih kesulitan menghentikan konflik Ukraina meskipun sempat berjanji saat kampanye 2024 untuk menyelesaikannya dengan cepat. Selain itu, ia juga belum mampu mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Teheran dalam perang yang ia mulai bersama Israel pada Februari lalu.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menyebut percakapan tersebut berlangsung "bersahabat, jujur, dan profesional" selama lebih dari satu setengah jam. Dalam rekaman audio yang diunggah media negara Rusia ke media sosial, Ushakov mengatakan diskusi fokus utama pada masalah Iran. Rusia menawarkan beberapa proposal yang diklaim dapat membantu menyelesaikan konflik terkait program nuklir Teheran. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut atau menyinggung respons Trump.
Ushakov menambahkan bahwa Putin mendukung keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberikan waktu lebih bagi proses negosiasi. Terkait Ukraina, Ushakov tidak menyebutkan berapa lama durasi gencatan senjata yang diusulkan.
Sebelumnya pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa parade militer tahunan di Lapangan Merah pada 9 Mei mendatang akan berlangsung tanpa kendaraan lapis baja maupun sistem rudal. Ini adalah pertama kalinya terjadi sejak 2007 "akibat situasi operasional saat ini."
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan tersebut diambil untuk meminimalkan potensi ancaman terhadap acara tersebut dari Ukraina, yang belakangan ini hampir setiap hari melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia.
Upaya perundingan damai yang dipimpin Amerika Serikat antara Ukraina dan Rusia sejauh ini mengalami kebuntuan, seiring pemerintahan Trump lebih memusatkan perhatian pada konflik di Timur Tengah.
(bbn)





























