Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan angka ekspor minyak mentah mingguan yang fluktuatif ini juga membantu mendorong total ekspor minyak dan bahan bakar AS ke rekor tertinggi baru, melampaui 14 juta barel per hari.

Namun, ada batasan seberapa lama ekspor AS dapat terus berlanjut pada level ini, sehingga memicu kekhawatiran akan berkurangnya cadangan pasokan global dengan cepat.

Lonjakan pengiriman ini memberi tekanan pada cadangan minyak domestik AS, yang turun lebih dari 13 juta barel pekan lalu dan tetap di bawah norma musiman jangka panjang.

“AS tidak dapat menutupi defisit dunia sendirian,” kata Joe DeLaura, seorang ahli strategi energi global di Rabobank. 

Karena AS berperan sebagai penopang pasar minyak global, harga bahan bakar domestik terus naik. Secara nasional, harga eceran bensin melebihi US$4 per galon dan berada pada rekor musiman. Harga solar juga berada pada level musiman tertinggi sepanjang masa, melampaui US$5 per galon.

Sebagian besar permintaan minyak mentah AS berasal dari Asia karena jalur pelayaran di Selat Hormuz terhambat, sehingga membatasi aliran minyak dari Timur Tengah ke kilang-kilang di sebelah timur Terusan Suez.

Pembeli di Jepang memimpin pembelian kargo muatan Mei dari AS pada awal bulan, di mana pengolah minyak dari Korea Selatan, Singapura, dan Thailand juga termasuk di antara para pelanggan.

Pergeseran di pasar minyak dan bahan bakar global berarti bahwa ekspor bersih minyak AS telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak AS dan Iran melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari.

Impor Bersih Minyak AS Turun ke Titik Terendah Baru. (Bloomberg)

AS pertama kali menjadi eksportir bersih minyak dan bahan bakar lebih dari lima tahun lalu, setelah booming shale domestik. Selisih antara yang diimpor negara tersebut dan yang diekspor ke luar negeri telah melebar ke level tertinggi dalam catatan, menurut data EIA. 

Pada Rabu, harga minyak naik seiring sinyal bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, memperpanjang guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak hingga 7,1% menembus angka US$126 per barel dan mencapai level intraday tertinggi dalam empat tahun.

(bbn)

No more pages