Logo Bloomberg Technoz

Pendapatan Naik 10,4%, Laba Jasa Marga Capai Rp774,7 Miliar


dok. Jasamarga
dok. Jasamarga

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membuka tahun 2026 dengan performa keuangan yang solid. Pada Kuartal I 2026, perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, meningkat 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi utama pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tol sebesar Rp4,7 triliun. Selain itu, pendapatan usaha lain juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai mencapai Rp397,6 miliar atau naik 24,4% secara tahunan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional. “Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,” ujar Rivan.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp3,4 triliun atau meningkat 10,7% dibandingkan Kuartal I 2025. Margin EBITDA tetap terjaga di level tinggi, yakni 66,1%, menunjukkan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Laba bersih Jasa Marga pada periode ini mencapai Rp774,7 miliar. Angka tersebut memperlihatkan kekuatan fundamental bisnis perusahaan di tengah berbagai tantangan industri.

“Angka ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang solid dan akuntabel,” tambah Rivan.

Meski demikian, laba bersih mengalami sedikit koreksi secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan biaya keuangan seiring mulai beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo.

Namun, manajemen melihat pengoperasian ruas tol baru tersebut sebagai langkah strategis. Kehadiran infrastruktur baru diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Ekspansi dan Kinerja Operasional Tetap Kuat

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatat volume transaksi sebanyak 318,8 juta kendaraan pada Kuartal I 2026. Angka ini meningkat 1,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lalu lintas harian rata-rata juga mencapai 3,5 juta kendaraan. Hal ini menegaskan posisi Jasa Marga sebagai pemimpin industri jalan tol nasional.

Saat ini, total panjang jalan tol yang dioperasikan Perseroan mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Angka tersebut setara dengan 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Selain mengelola jaringan eksisting, Jasa Marga juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis. Beberapa di antaranya adalah Tol Probolinggo Banyuwangi, Yogyakarta Bawen, Solo Yogyakarta YIA Kulon Progo, Jakarta Cikampek II Selatan, serta Akses Patimban.

Sebagian ruas tol tersebut telah difungsikan secara gratis selama periode Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik.

“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis Perseroan. Hal ini mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah dinamika industri,” jelas Rivan.

Pada Maret 2026, melalui anak usaha PT Jasamarga Jogja Bawen, perusahaan menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Yogyakarta Bawen dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pembiayaan proyek. Selain itu, ini juga mencerminkan komitmen Jasa Marga dalam menjaga keberlanjutan ekspansi bisnisnya.

Dalam pengembangan bisnisnya, Jasa Marga tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Perusahaan juga mengusung transformasi konsep dari infra as structure menjadi infra as culture.

“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur. Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan, sekaligus memperkuat peran Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tutup Rivan.

Dari sisi layanan, Perseroan mencatat keberhasilan dalam melayani sekitar 6,9 juta kendaraan selama periode Lebaran 2026. Peningkatan kualitas layanan menjadi faktor kunci dalam pencapaian tersebut.

Optimalisasi dilakukan melalui pemeliharaan jalan tol, penambahan petugas dan armada, serta pemanfaatan teknologi berbasis Jasamarga Tollroad Command Center. Hal ini memperkuat sistem pengawasan dan respons terhadap kondisi lalu lintas.

Selain itu, Jasa Marga juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM. Fasilitas rest area di berbagai ruas tol juga terus ditingkatkan demi kenyamanan pengguna.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, perusahaan turut berpartisipasi dalam program Mudik Gratis BUMN 2026. Jasa Marga memberangkatkan 30 armada bus dengan total sekitar 1.500 peserta menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat. Sekaligus, inisiatif ini memberikan dampak sosial positif selama periode Lebaran.

Ke depan, Jasa Marga optimistis kinerja perusahaan akan semakin kuat. Berbagai inisiatif strategis akan terus diimplementasikan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Perusahaan akan fokus pada optimalisasi pendapatan dan EBITDA melalui efisiensi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, serta penyesuaian tarif tol secara terukur.

Dengan struktur keuangan yang semakin sehat dan kinerja operasional yang solid, Jasa Marga yakin dapat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.