Di sisi lain, ISAT mencatat jumlah beban sebesar Rp12,2 triliun atau naik 13,11% pada kuartal I-2026. Sebagian besar akun beban itu disumbang dari beban penyelenggaran jasa, penyusutan dan amoritisasi.
Adapun, ISAT mencetak laba bersih mencapai Rp1,49 triliun pada kuartal I-2026, naik 13,7% secara tahunan.
Sementara itu, posisi EBITDA ISAT bergerak ke level Rp7,24 triliun atau naik 12,9% dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.
Kendati demikian, margin EBITDA ISAT relatif stagnan secara tahunan di kisaran 47,6%.
Di sisi lain, jumlah liabilitas ISAT naik 2,5% secara tahunan ke level Rp81,06 triliun, berasal dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp32,89 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp48,16 triliun.
Jumlah aset dan ekuitas ISAT masing-masing berada di level Rp122,1 triliun dan Rp41,03 trliliun pada kuartal I-2026.
(naw)





























