“Kalau mereka membutuhkan mental health rawatan, rumah sakit jiwa kita juga, RSJ Dr. Soeharto Heerdjan ada di Jakarta bisa bantu mereka,” jelasnya, merujuk pada RSJ Dr. Soeharto Heerdjan.
Kementerian Kesehatan, lanjut Budi, terus berkoordinasi dengan berbagai fasilitas kesehatan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal sesuai dengan tingkat keparahan kondisi masing-masing.
Sebelumnya, insiden tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh di Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menyebabkan korban jiwa dan puluhan korban luka. Sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta telah menangani korban sejak malam kejadian.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh korban tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga pemulihan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental, melalui sistem rujukan berjenjang yang telah disiapkan.
(dec)





























