Logo Bloomberg Technoz

Hal ini menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi yang harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari risiko tambahan bagi korban yang masih hidup 

"Itu sebenarnya kesulitan yang kita hadapi, namun terkait dengan peralatan yang kita miliki tentunya kita mulai dari peralatan yang manual, peralatan yang menggunakan listrik, bahkan dengan sistem hidrolik yang kita gunakan."

Adapun pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. 

Sementara itu, sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan sebagian besar masih menjalani perawatan di delapan rumah sakit.

Dari sisi penanganan di lokasi, ia memastikan proses evakuasi terhadap rangkaian KA Argo Bromo Anggrek telah selesai 100%. 

Lokomotif yang sebelumnya menghantam gerbong KRL juga telah berhasil dipisahkan dari rangkaian terdampak.

"Walaupun untuk sementara waktu, sampai waktu yang akan ditentukan lagi. Komuter lain atau KRL akan ditutup dulu. Dan stasiun terakhir, layanan terakhir adalah stasiun Bekasi," kata Bobby. 

"Selanjutnya juga untuk pos tanggap darurat sampai hari ini ada di stasiun Bekasi. Stasiun Bekasi juga ada di call senter 121 KAI. Dan kami akan [ada] extend pos tanggap darurat ini selama 2 minggu ke depan, 14 hari. Dan itu akan ada di stasiun Gambir dan di stasiun Bekasi Timur ini. Mungkin singkatnya begitu yang bisa kami sampaikan," tuturnya. 

(ain)

No more pages