Kemarin, harga emas dunia ditutup US$ 4.682,1/troy ons di pasar New York. Melemah 0,6% dibandingkan hari sebelumnya dan jadi yang terendah sejak 6 April atau tiga pekan terakhir.
Harga emas terbeban oleh konflik di Timur Tengah. Memang saat ini tensi sedang turun seiring upaya untuk mencapai perdamaian.
Mengutip Bloomberg News, Iran dikabarkan menawarkan perjanjian damai sementara. Dalam perjanjian tersebut, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat Amerika Serikat (AS) mengakhiri blokade di perairan tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan, Presiden AS Donald Trump pun sudah memanggil sejumlah pejabat untuk mendiskusikan proposal Iran.
Namun investor sepertinya masih belum percaya sepenuhnya. Bukan tidak mungkin situasi akan kembali memanas.
“Gencatan senjata yang putus-sambung ini telah menciptakan kondisi tersendiri di pasar. Keyakinan begitu tipis, alokasi dana yang besar enggan masuk, dan ‘rugi’ mungkin kata yang jujur untuk mewakili situasi di pasar saat ini,” tegas Nicky Shiels, Head of Research and Metals Strategy di MKS PAMP SA, dalam catatannya.
(aji)




























