Logo Bloomberg Technoz

Namun, laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump dan para penasihatnya masih sangat waspada terhadap proposal ini, terutama menyangkut transparansi program nuklir. Senator Republik asal South Carolina sekaligus sekutu dekat Trump, Lindsey Graham, turut menyatakan keraguannya.

“Untuk mencapai negosiasi yang sukses, Anda harus memiliki dua mitra yang sama-sama beriktikad baik,” tulis Graham dalam unggahannya di platform X. “Jelas, jika tawaran ini akurat, Iran hanya sedang bermain-main. Tuan Presiden, tetaplah pada pendirian Anda demi kebaikan bangsa dan dunia.”

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tengah berada di Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. Araghchi menegaskan komitmen Teheran untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara.

Dikutip dari media pemerintah Iran, Nour News, Araghchi mengeklaim bahwa rakyat Iran mampu bertahan menghadapi "agresi AS dan akan mampu mengatasinya." Teheran juga telah menyampaikan kepada mediator Pakistan bahwa konflik dapat berakhir jika AS mencabut blokade laut, menyetujui kerangka hukum baru untuk lalu lintas di selat tersebut, dan menjamin tidak akan ada aksi militer di masa depan.

Iran juga menyampaikan kepada Pakistan bahwa negosiasi terkait program nuklir—yang merupakan isu jangka panjang—dapat dibahas di tahap berikutnya, lapor Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui hal tersebut.

Blokade AS di Selat Hormuz. (Sumber: Bloomberg)

Harga minyak Brent naik untuk hari keenam berturut-turut dan ditutup di atas US$108 per barel. Sementara itu, minyak AS ditutup di atas US$96 per barel.

Para pelaku pasar minyak menambah posisi bullish setelah harapan akan dimulainya kembali pembicaraan damai pada akhir pekan pupus. Investor kini lebih fokus pada potensi kekurangan pasokan akibat hampir terhentinya aliran energi melalui Selat Hormuz.

Sejumlah pemimpin dunia menyatakan frustrasi atas konflik yang berkepanjangan.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan kepada sekelompok mahasiswa bahwa AS sedang “dipermalukan” oleh para pemimpin Iran dan ia tidak dapat melihat strategi keluar yang ditempuh Washington.

Kesepakatan sementara dinilai sejalan dengan pandangan banyak analis Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir, yakni bahwa AS dan Iran perlu segera membuka kembali Selat Hormuz untuk menurunkan harga bahan bakar dan mengurangi tekanan terhadap ekonomi global, sementara isu seperti program nuklir Iran dibahas dalam perundingan lanjutan. Sejumlah pemimpin negara Teluk Persia dan Eropa menilai negosiasi tersebut dapat memakan waktu setidaknya enam bulan, menurut laporan Bloomberg.

Namun demikian, Trump mengindikasikan bahwa program nuklir Iran harus diselesaikan sebagai bagian dari setiap kesepakatan, dan blokade akan tetap diberlakukan hingga hal tersebut tercapai. Gedung Putih menyatakan blokade tersebut bertujuan menekan Iran agar memberikan konsesi dengan membatasi ekspor minyaknya.

(bbn)

No more pages