Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2019 hingga 2023 nilai impor plastik dan barang dari plastik menunjukkan pertumbuhan, puluhan hingga ratusan juta kilogram per periode.
Per Juni 2024, misalnya, volume impor sekitar 90,98 juta kg dengan nilai sekitar US$202,11 juta. Kemudian, pada September 2024 BPS mencatat kenaikan tajam impor plastik sebesar +21,33 % yoy dengan nilai mencapai US$0,92 miliar dan berat 0,56 juta ton, menempatkan plastik sebagai salah satu komoditas impor non‑migas utama Indonesia.
Data terbaru BPS tahun 2026 menunjukkan nilai impor plastik dan barang dari plastik diperkirakan mencapai sekitar US$949,2 juta pada Januari 2026. Angka ini meningkat sekitar 5,9 % yoy jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Februari 2026, angka ini tercatat US$873,2 juta, dengan kontribusi signifikan dari negara pemasok utama seperti China, Thailand, dan Korea Selatan.
(prc/ell)






























