Upaya untuk melanjutkan perundingan damai sempat terhenti akhir pekan lalu setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusan utamanya. Di saat yang sama, Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah ancaman.
Pada Sabtu lalu, Trump mengakui adanya proposal baru dari Iran. Ia menyebutkan bahwa Teheran segera mengirimkan proposal segar sesaat setelah ia memerintahkan para utusannya untuk membatalkan perjalanan ke Pakistan.
"Menariknya, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami menerima dokumen baru yang jauh lebih baik," ujar Trump kepada wartawan. Meski demikian, Trump menambahkan bahwa Iran "menawarkan banyak hal, tetapi belum cukup," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Walaupun gencatan senjata sebagian besar telah bertahan sejak awal April, kedua negara masih mempertahankan blokade di Selat Hormuz. Hal ini membuat jalur distribusi energi utama tersebut praktis tidak dapat dilalui. Gangguan terhadap sekitar seperlima aliran minyak dunia ini telah dijuluki oleh Badan Energi Internasional (IEA) sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.
(bbn)





























