Ia menjelaskan bahwa Pegadaian memiliki target ambisius untuk meningkatkan jumlah pengguna Tring!. “Nah kemudian nasabah total kita adalah lebih dari 20 juta dan kita ingin 70% dari nasabah kita menjadi nasabah Tering. Jadi kalau pertanyaannya berapa, targetnya 70% dari total,” katanya.
Strategi Komunitas Sasar Generasi Muda
Untuk mencapai target tersebut, Pegadaian mengandalkan berbagai strategi, salah satunya melalui kegiatan berbasis komunitas. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau generasi muda yang menjadi segmen utama perusahaan.
“Jadi salah satunya adalah ini, melakukan event activity ya terutama mentargetkan komunitas,” ujar Selfie. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung dengan komunitas sebagai sarana edukasi yang lebih dekat dan interaktif.
Generasi Z menjadi fokus utama dalam strategi ini. Selain jumlahnya yang besar, karakteristik Gen Z yang adaptif terhadap teknologi dinilai selaras dengan pengembangan aplikasi Tring.
“Kita sama-sama tahu anak-anak Gen Z akan jadi target kita karena 50% nasabah kita adalah nasabah Gen Z dan kita akan meluaskan itu. Kita banyak melakukan activity ya,” ungkapnya.
Pegadaian pun masuk ke berbagai komunitas, mulai dari musik hingga olahraga. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan minat generasi muda yang dinamis dan aktif.
“Sasaran kita adalah target kita komunitas. Anak-anak muda mulai dari musik dan lari, itu sport,” lanjut Selfie. Melalui kegiatan seperti Tring! Golden Run, Pegadaian berharap dapat membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Selain pendekatan komunitas, Pegadaian juga menekankan pentingnya produk yang terjangkau. Tabungan emas menjadi salah satu instrumen unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Selfie menegaskan bahwa investasi emas kini tidak lagi eksklusif dan dapat diakses oleh siapa saja. “Terus kemudian kita melihat bahwa dengan produknya pegadaian tabungan mulai dari 10 ribu ini sangat tepat untuk memberikan literasi ya kepada anak muda untuk investasi mulai dari sekarang,” ujarnya.
Kemudahan akses dan nominal yang rendah menjadi daya tarik utama produk ini. Dengan hanya Rp10 ribu, masyarakat sudah dapat memulai investasi emas dan membangun kebiasaan finansial yang sehat.
“Karena investasi emas bisa dimulai dari 10 ribu rupiah dan itu sangat murah ya,” tambahnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat, khususnya Gen Z, untuk mulai berinvestasi sejak dini.
Melalui kombinasi antara digitalisasi, pendekatan komunitas, dan produk yang inklusif, Pegadaian optimistis dapat mencapai target transformasi nasabah ke platform digital. Tring! Golden Run menjadi salah satu contoh nyata bagaimana literasi keuangan dapat dikemas secara menarik.
Ke depan, Pegadaian akan terus memperluas berbagai inisiatif serupa guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi solusi keuangan terpercaya yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.
(tim)



























