Logo Bloomberg Technoz

Kuwait Kembali Umumkan Keadaan Kahar Pengiriman Minyak

News
21 April 2026 06:20

Lalu Lintas Tanker di Hormuz Kembali Macet Total (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Lalu Lintas Tanker di Hormuz Kembali Macet Total (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Nicholas Lua, Fiona MacDonald, dan Anthony Di Paola - Bloomberg News

Bloomberg, Kuwait kembali mengumumkan keadaan kahar atau force majeure tambahan atas pengiriman minyak mentah dan produk olahan. Dalam pengumuman tersebut, Kuwait mengungkap potensi tak akan dapat segera memenuhi seluruh kewajibannya kepada pelanggan bahkan ketika Selat Hormuz dibuka kembali.
 
Perusahaan milik negara Kuwait Petroleum Corp. menerbitkan pemberitahuan kepada pelanggan pada Jumat (17/04/2026), menurut dokumen yang dilihat oleh Bloomberg News. Perusahaan sebelumnya telah menyatakan force majeure — klausul hukum yang memungkinkan perusahaan tidak memenuhi kewajiban kontrak karena keadaan di luar kendalinya — atas penjualan minyak dan produk kilang, pada awal Maret. 

Kuwait telah mengalami serangan berulang terhadap infrastruktur minyaknya, dan produksi kini berada pada level terendah sejak awal 1990-an pasca invasi Irak. Menurut sumber, pemberitahuan terbaru memperhitungkan bahwa pemulihan operasi penuh akan memakan waktu setelah ketegangan mereda.


Hingga berita ditulis, Kuwait Petroleum Corp belum segera menanggapi permintaan komentar.

Perang Iran telah membuat lalu lintas di Selat Hormuz nyaris terhenti, menyebabkan tangki penyimpanan di wilayah tersebut penuh dan mengacaukan pasar minyak global. Penutupan virtual jalur air kritis ini merupakan skenario mimpi buruk bagi negara-negara Teluk Persia, yang bergantung pada pendapatan ekspor energi.