Logo Bloomberg Technoz

Israel menetapkan jalur kuning di Lebanon, seperti yang diterapkan di Jalur Gaza. Militer Israel melakukan operasi di jalur kuning tersebut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Dengan pelanggaran kepercayaan dan propaganda yang sudah terjadi berulang kali, Selat Hormuz diblokade kembali,” tegas Mehdi Tabatabaei, Juru Bicara Kepresidenan Iran, seperti dikutip dari Bloomberg News, kemarin.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal agar tidak angkat jangkar dari Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan sama saja dengan “bekerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target”.

Presiden AS Donald Trump juga mengungkapkan bahwa angkatan laut Negeri Adikuasa sudah memberi tembakan dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Sejumlah kapal pun harus meninggalkan jalur pelayaran hanya beberapa jam setelah Selat Hormuz dibuka.

Perkembangan ini membuat harga minyak mentah kembali melambung tinggi. Pada pukul 06:59 WIB, harga minyak jenis brent melesat 6,88% ke US$ 96,58/barel.

Jika konflik terus berkepanjangan dan harga minyak melonjak, maka dunia masih terus dihantui oleh ancaman inflasi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masih zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 49. 

RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 43. Menghuni area jual (short) meski belum terlalu kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya masih berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.763/troy ons.

Dari situ, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 4.768/troy ons. Resisten berikutnya ada di US$ 4.783/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.846/troy ons.

Namun kalau harga emas terus turun, maka US$ 4.729/troy ons sepertinya akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik itu berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.717-4.703/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.668/troy ons.

(aji)

No more pages