Logo Bloomberg Technoz

Laode mengatakan bahwa dinamika konflik global sempat menimbulkan tekanan pada produksi dan distribusi energi di sejumlah kawasan, termasuk gangguan pada LNG di Qatar, operasional kilang di Arab Saudi, serta penurunan produksi di beberapa negara dan terdampaknya fasilitas strategis.

"Situasi geopolitik yang memanas menyebabkan ketidakpastian pasokan global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mencermati perkembangan global dan menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan guna memperkuat ketahanan energi nasional. Termasuk mencari beragam sumber pasokan alternatif.

"Melalui langkah antisipatif dan pemantauan yang berkelanjutan, pemerintah tetap memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan stabil," tegas Laode.

Perinciannya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Maret 2026 dibandingkan dengan Februari 2026 mengalami peningkatan. Pertama, rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik sebesar US$33,47 per barel dari US$68,79 per barel menjadi US$102,26 per barel. Harga Brent (ICE) meningkat sebesar US$30,23 per barel dari US$69,37 per barel menjadi US$99,60 per barel.

WTI (Nymex) naik sebesar US$26,47 per barel dari US$64,52 per barel menjadi US$91,00 per barel. Dated Brent mengalami kenaikan sebesar US$32,73 per barel dari US$71,15 per barel menjadi US$103,89 per barel. Basket OPEC naik signifikan sebesar US$48,13 per barel dari US$67,90 per barel menjadi US&116,03 per barel per 30 Maret 2026.

(dov/del)

No more pages