Kenaikan harga emas dunia datang akibat kian tebalnya harapan akan perdamaian di Timur Tengah. Kemarin, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz sudah dibuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, maka rute pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata,” cuit Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, di X.
Kabar ini membuat harga minyak melorot. Kemarin, harga minyak jenis brent ambruk 7,57% ke US$ 91,87/barel, terendah sejak 10 Maret atau lebih dari sebulan terakhir.
Jika situasi ini berkelanjutan, maka dunia bisa menghindari ancaman inflasi tinggi akibat lonjakan harga energi. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara akan punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
“Emas diperdagangkan berbanding terbalik dengan dengan harga minyak sejak perang dimulai. Jadi setiap kabar perdamaian akan menyebabkan momentum kenaikan harga emas,” kata Nicky Shiels, Head of Metals Strategy di MKS PAMP SA, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)




























