“Kami melakukan perubahan ini karena biaya pembuatan perangkat keras VR berkinerja tinggi telah meningkat secara signifikan,” kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan. “Untuk terus menghadirkan kualitas perangkat hardware, software, dan dukungan yang Anda harapkan dari platform Quest, kami perlu menyesuaikan harga kami.”
Perubahan pada Quest mulai berlaku pada 19 April. Selain kenaikan di AS, harga juga naik di Inggris, Eropa, dan Jepang.
Kacamata pintar Meta telah mengungguli headset tertutup dalam hal popularitas. Namun, perusahaan mengatakan bahwa mereka “tetap berkomitmen” pada perangkat VR dan percaya bahwa kategori ini masih merupakan “masa depan komputasi.”
“Penyesuaian ini membantu kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan masa depan tersebut,” Meta menjelaskan.
Namun, beberapa langkah terbaru perusahaan menandakan bahwa VR telah menjadi prioritas yang lebih rendah. Meta telah memberhentikan sebagian besar divisi perangkat kerasnya yang bertanggung jawab atas headset dan menghentikan produk metaverse utama bernama Horizon Worlds yang memungkinkan orang untuk bertemu secara virtual. Perusahaan juga telah menghentikan pengembangan sejumlah game VR.
Meta Quest bukanlah headset VR atau perangkat game pertama yang terkena dampak kelangkaan memori. Produk-produk terbaru Valve telah mengalami penundaan akibat kelangkaan pasokan, dan harga headset Pico 4 Ultra di Jepang mengalami kenaikan pada bulan Mei. Sony Group Corp. juga telah menaikkan harga konsol rumahan miliknya.
Sementara itu, Apple belum mengubah harga headset-nya, Vision Pro. Namun, perangkat tersebut dibanderol seharga US$3.499, sehingga perusahaan memiliki sedikit ruang untuk menaikkan harga.
(bbn)




























