Logo Bloomberg Technoz

Adapun, total dividen tahun buku 2025 itu lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp677,4 miliar.

Saat itu, LPPF membagikan dividen dengan rasio mencapai 81,86% dari laba bersih sepanjang 2024 sebesar Rp827,65 miliar.

Susutnya porsi dividen belakangan sejalan dengan rontoknya lini kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan data laporan keuangan, pendapatan bersih LPPF menyusut dari Rp6,39 triliun pada 2024 menjadi Rp5,78 triliun pada 2025. 

Tertekannya pos pendapatan ini turut menyeret laba operasi yang turun menjadi Rp1,12 triliun, dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,27 triliun.

Kondisi ini pada akhirnya membuat laba bersih perseroan terpangkas dari Rp827,65 miliar pada 2024 menjadi hanya Rp725,4 miliar pada akhir 2025.

Di tengah tekanan kinerja, perseroan juga memutuskan untuk "ganti baju".

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham menyetujui perubahan nama dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk.

Perubahan ini disetujui oleh 93,18% suara yang hadir. Meski manajemen menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi strategi, tantangan besar tetap menanti entitas baru ini untuk memulihkan margin keuntungan yang terus tergerus oleh persaingan ritel modern dan e-commerce.

(fik/naw)

No more pages