Logo Bloomberg Technoz

Bahlil menyatakan Indonesia tak ingin mengambil risiko dengan terus menggantungkan nasib ketahanan energi terhadap pasokan impor. Dia menginginkan agar Indonesia bisa terus mengurangi porsi impor komoditas energi.

Nah, karena kita tidak bisa menggantungkan nasib kita kepada negara lain, orang akan bisa membantu kita ketika dia juga punya kebutuhan selesai. Namun, ketika dia punya kebutuhan tidak selesai, bagaimana mungkin membantu kita? Atas arahan Bapak Presiden, kami tidak ingin mengambil risiko. Ini survival mode,” ujar Bahlil.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bahlil menyatakan tengah mengkaji langkah mitigasi kenaikan harga dan pengetatan pasokan minyak dunia, salah satunya dengan mempercepat peningkatan campuran bahan bakar nabati.

Bahlil mengaku sedang mempertimbangkan untuk mendorong percepatan implementasi mandatori biodiesel B50 dan mandatori bensin dengan campuran etanol 20% atau bioetanol E20.

“Mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20. Karena kalau harga minyak fosil bisa melampaui US$100/barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Sekadar informasi, Kementerian ESDM  menerbitkan pentahapan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) dengan BBM atau biofuel.

Nantinya, implementasi mandatori biodiesel B50 untuk solar bersubsidi ditargetkan paling lambat 2027 dan mandatori bioetanol E10 paling lambat dijalankan pada 2028.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026, beleid tersebut mengatur pentahapan pencampuran BBN dengan BBM untuk lima tahun mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengklaim pengingkatkan campuran BBN dengan BBM tersebut bisa saja dilakukan lebih cepat, dibandingkan target yang tercantum dalam beleid itu.

Dia memberikan contoh B50 bisa saja mulai dimandatorikan pada semester II-2026 meskipun dalam Kepmen diatur baru bakal dijalankan khusus untuk sektor public service obligation (PSO) pada 2027.

Nah, di sini, 2026 kita sudah jalan B40, B40 itu untuk PSO. Lalu kita tadinya berpikir PSO itu naik dulu di [B]50 pada 2027. Akan tetapi, ini minimal, Jadi kita sudah diskusi dengan Pak Menteri waktu menetapkan ini. Minimal, kalau ada perubahan pun bisa,” kata Eniya dalam sosialisasi Kepmen 113/2026 disiarkan secara daring, awal April.

“Saya melihat juga di jalan-jalan sudah ada yang mulai posting tentang B50 sedang diuji. Memang sudah berjalan. Ini kita asumsikan sebentar lagi pada Mei akan ada beberapa sektor yang sudah selesai, sehingga kemarin Pak Menteri mengumumkan semester II bisa mulai,” lanjut Eniya.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 1,3% menjadi US$98,07/barel pada pukul 13.48 di Singapura.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,5% menjadi US$93,23/barel.

Berikut perincian pentahapan pencampuran BBN dengan BBM dalam Kepmen ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026:

Biodiesel

  • Jenis BBM Tertentu (JBT) Minyak Solar atau solar bersubsidi:
    • 2026: 40%
    • 2027: 50%
    • 2028: 50%
    • 2029: 50%
    • 2030: 50%
    • Wilayah Implementasi: Nasional
  • Jenis BBM Umum (JBU) Berupa Minyak Solar atau solar nonsubsidi:
    • 2026: 40%
    • 2027: 40%
    • 2028: 50%
    • 2029: 50%
    • 2030: 50%
    • Wilayah Implementasi: Nasional

(azr/wdh)

No more pages