Kemarin, harga emas menutup hari dengan kenaikan terbatas 0,06%.
Gerak harga emas yang berada di rentang sempit merupakan cerminan sikap pelaku pasar yang masih wait and see. Pasar menantikan kabar terbaru dari Timur Tengah.
Bloomberg News memberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran sudah sepakat dengan sejumlah poin yang selama ini mereka tentang. Di antaranya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, tidak melanjutkan pengembangan senjata nuklir, dan menyerahkan perlengkapan nuklir.
“Terlihat bagus bahwa kami akan segera membuat kesepakatan dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Pembicaraan bisa berlanjut akhir pekan ini,” tegas Trump di Gedung Putih.
Tidak hanya itu, Trump juga menyebut bahwa Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.
Meski begitu, masih ada sikap skeptis terhadap dinamika tersebut. Sejumlah pemimpin negara Teluk dan Eropa menilai kesepakatan damai AS-Iran membutuhkan perumusan setidaknya enam bulan.
“Dengan gencatan senjata yang rapuh dan fokus investor ke aset-aset yang memberikan imbal hasil, emas belum sepenuhnya keluar dari tekanan,” kata Suki Cooper, Global Head of Commodities Research di Standard Chartered Plc, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)





























