Logo Bloomberg Technoz

Tidak hanya itu, Trump juga menyebut bahwa Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. 

Perkembangan ini membuat harga minyak mentah anjlok. Pada Jumat (17/4/2026) pukul 06:12 WIB, harga minyak jenis brent turun 1,19% ke US$ 98,2/barel.

Jika situasi ini terus berlanjut, maka dunia bisa menghindari ancaman lonjakan harga energi. Inflasi pun bisa lebih terkendali, sehingga bank sentral punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Perajin memeriksa emas yang akan dibuatmenjadi perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Jumat (2/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 52.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga boleh dibilang masih cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 72. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya masih berisiko turun. Target support terdekat ada di US$ 4.774/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Support lanjutan ada di MA-10 yaitu US$ 4.746/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.695/troy ons.

Namun kalau harga emas bisa naik lagi, maka sepertinya US$ 4.827/troy ons akan menjadi pivot point. Dari sini, harga emas berpeluang mengetes rentang US$ 4.831-4.868/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.953/troy ons.

(aji)

No more pages