Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Sebut Level 17.000/US$ Jadi Keseimbangan Baru Rupiah

Mis Fransiska Dewi
14 April 2026 11:20

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah memasuki titik keseimbangan baru setelah mengalami tekanan geopolitik hingga menembus level Rp17.000/US$ sejak awal April 2026. Rupiah disebut akan bertahan di level Rp17.000 hingga akhir tahun. 

“Rp17.000/US$ masih memungkinkan [hingga akhir tahun] jadi psikologis baru. Jadi akan mati-matian untuk dipertahankan di situ,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal ketika ditemui usai acara Central Banking Forum 2026, Senin (13/4/2026).

Faisal mengatakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah hingga kini memang terus tinggi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah hingga harga minyak dunia yang bergejolak dan bertahan di level lebih dari US$100/barel. 


“Jadi artinya ke depan tekanan itu kan masih terus ada menurut saya,” ujarnya. 

Meskipun demikian, Faisal menilai nilai tukar rupiah sejatinya dapat berada di level Rp16.900/US$ jika melihat fundamental, cadangan devisa, hingga tingkat suku bunga di Tanah Air.