Logo Bloomberg Technoz

"Pada pertemuan AFMGM, para pemangku kebijakan kawasan menegaskan kesiapan mengambil langkah kebijakan yang diperlukan serta memperkuat kerja sama dengan mitra strategis guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Filianingsih.

Sebagai langkah konkret penguatan kerja sama, ASEAN telah menyusun Finance Sectoral Plan 2026–2030 sebagai acuan menuju ASEAN Community Vision 2045, serta menerapkan inisiatif Project Revive untuk memperbaiki tata kelola, struktur, dan proses kerja sama sektor keuangan.

“Keberhasilan Project Revive sangat bergantung pada komitmen kuat seluruh anggota ASEAN, termasuk memastikan bahwa kerangka kerja sama yang baru mampu menjadi wadah yang efektif untuk membahas isu strategis, seperti ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan, dan risiko kawasan," ujar  Filianingsih.

ASEAN juga menyambut kesepakatan ASEAN Swap Arrangement (ASA) yang baru sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman keuangan kawasan guna menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan kawasan. Penguatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan eksternal, mendorong integrasi keuangan, dan mendukung kecukupan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Di sisi sistem pembayaran, konektivitas lintas batas terus meningkat dan berperan dalam mendorong inklusi keuangan, seiring penguatan kerja sama untuk menjaga keamanan sistem dari risiko fraud dan scam. Sementara itu, pada agenda pembiayaan berkelanjutan, ASEAN mendorong mobilisasi pendanaan publik dan swasta, peningkatan akses pembiayaan iklim, serta penguatan kapasitas negara anggota dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

AFMGM ke-13 dipimpin oleh Menteri Keuangan Filipina, H.E. Frederick D. Go, dan Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas, H.E. Eli M. Remolona, Jr., serta dihadiri oleh sebelas negara anggota ASEAN.

(lav)

No more pages