"Saat ini, karena faktor harga beli dan biaya operasi yang rendah," tambahnya.
Selain faktor harga, peningkatan penjualan juga didukung oleh insentif pemerintah serta pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), yang terus bertambah di berbagai wilayah.
Gaikindo melihat tren ini berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika produsen terus menghadirkan model BEV dengan harga yang semakin kompetitif dan fitur yang sesuai kebutuhan pasar domestik.
Sebagai catatan, pada kuartal I-2025, penjualan BEV hanya menyumbang sekitar 8,2% dari total 205.539 unit. Kini, pada periode yang sama tahun 2026, pangsanya melonjak menjadi sekitar 15,9% dari total 209.021 unit.
Sementara itu, kendaraan hybrid (HEV) juga mencatat pertumbuhan. Penjualan HEV naik 21,3% menjadi 16.940 unit dari sebelumnya 13.964 unit.
Kontribusi HEV terhadap total penjualan naik dari sekitar 6,8% pada kuartal I-2025 menjadi 8,1% pada 2026.
Sedangkan penjualan mobil wholesales sepanjang Maret 2026 tercatat mengalami penurunan cukup signifikan atau hanya sebanyak 61.271 unit, berbeda dibandingkan dengan 2 bulan sebelumnya sejak awal tahun yang masih mengalami kenaikan.
Angka tersebut mengalami penurunan 13,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yang masih 71.099 unit.
Secara retail sales, total penjualan juga turun 13,2% menjadi sebanyak 66.627 unit dari sebelumnya yang masih sebanyak 76.765 unit.
(ain)





























