Selain energi, kedua pemimpin juga akan membahas perkembangan geopolitik dunia, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.
Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap diversifikasi sumber energi, termasuk opsi kerja sama dengan mitra non-tradisional, seiring volatilitas pasar energi global akibat konflik geopolitik.
Sugiono memastikan pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi dalam percaturan global, khususnya dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang untuk membahas kelanjutan investasi raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, di proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.
Hal tersebut diungkapkan merespons kabar Presiden Prabowo Subianto yang disebut bakal melakukan kunjungan ke Rusia dalam waktu dekat.
Bahlil sendiri mengaku belum mengetahui rencana keberangkatan Prabowo ke Rusia, tetapi dia menyatakan bisa saja membahas keberlanjutan investasi Rosneft tersebut jika Prabowo nantinya terbang ke Moskwa.
“Yang bilang berangkat ke Rusia siapa ya?" kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
“Oh itu kan kerja sama perusahaan Rusia. Rosneft itu kan di [proyek Kilang] Tuban. Rosneft dengan Pertamina membangun satu kilang di sana. Nah, mungkin itu salah satu yang akan bisa kita follow up, tetapi itu kan B2B [business to business],” tegasnya.
Tekanan terhadap sektor energi global masih berlangsung seiring eskalasi konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memicu volatilitas harga minyak dunia dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, yang pada akhirnya turut menekan perekonomian global maupun domestik.
Dalam kaitan itu, Prabowo sebelumnya disebut-sebut kemungkinan bakal mengunjungi Rusia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan saat ini Rusia sedang melakukan persiapan terkait dengan kunjungan tersebut.
Di sisi lain, Prabowo belum lama ini mengungkapkan salah satu alasan kerap melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri yakni untuk mengamankan pasokan minyak mentah.
Dia mencontohkan dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang beberapa waktu lalu, Indonesia berhasil mengamankan stok minyak dari negara tersebut.
Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat dirinya bakal kembali melakukan lawatan ke luar negeri untuk mengamankan stok minyak dari negara tersebut. Akan tetapi, Kepala Negara belum mengungkapkan negara tujuannya.
“Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-suadara, untuk amankan minyak gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat,” kata Prabowo dalam taklimat Kabinet Merah Putih, di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).
“Aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat, kamu tau ke mana. Amankan [pasokan minyak untuk dalam negeri] juga,” ungkap Kepala Negara.
(fik/wdh)



























