Menurut Anne, penurunan ini terutama terjadi di stasiun-stasiun yang terhubung dengan kawasan perkantoran pemerintahan serta titik integrasi transportasi, seiring berkurangnya mobilitas ASN.
Meski demikian, KAI memastikan tidak ada penyesuaian terhadap operasional layanan. Seluruh jadwal perjalanan KRL maupun LRT tetap berjalan normal tanpa pengurangan frekuensi.
“Kenyamanan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah adalah prioritas. Kami memastikan layanan tetap optimal bagi pekerja sektor lain, pelajar, maupun masyarakat umum,” ujar Anne.
KAI juga tetap menyiagakan petugas dan fasilitas di seluruh stasiun guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan penumpang di tengah perubahan pola mobilitas akibat kebijakan WFH.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan kebijakan WFH setiap hari Jumat, demi menjaga cadangan bahan bakar di tengah kondisi panasnya geopolitik di timur tengah. Aturan tersebut mulai berlaku sejak 1 April 2026.
Namun, implementasi penuh baru dijalankan mulai 10 April 2026 di seluruh instansi pemerintahan. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026.
Selain sebagai langkah penghematan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan menerapkan sistem kerja yang efisien, adaptif dan berbasis digital.
(fik/wdh)






























