RI Bisa Raup Rp30 T Gegara Lonjakan Harga Minerba, dengan Catatan
Azura Yumna Ramadani Purnama
11 April 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memprediksi Indonesia bisa mendapatkan tambahan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari kenaikkan harga komoditas sepanjang tahun ini sekitar Rp15 triliun hingga Rp30 triliun.
Josua menegaskan meskipun harga mineral sedang terkerek naik, pemerintah tetap harus mempertimbangkan ketidakpastian harga komoditas akibat konflik Timur Tengah, hingga potensi normalisasi harga di semester kedua.
“Jadi, ruang revisi target itu ada, tetapi sebaiknya bersifat konservatif. Kalau terlalu agresif, APBN justru akan kembali rentan bila harga komoditas berbalik arah. Volume produksi batu bara tahun 2026 ini pun diperkirakan lebih rendah secara tahunan, sehingga kenaikan harga tidak selalu sepenuhnya berubah menjadi lonjakan penerimaan,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Dihubungi terpisah, Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengestimasikan tambahan pendapatan dari komoditas nikel, batu bara, dan tembaga berada di kisaran Rp20–90 triliun di atas target PNBP 2026 sebesar Rp134 triliun.
Dengan catatan, harga bertahan di atas besaran yang diantisipasi, RKAB direvisi naik, dan instrumen seperti bea keluar atau windfall tax berjalan.































