Logo Bloomberg Technoz

Pemotongan Produksi Jegal RI Untung Besar dari Kenaikan Minerba

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 April 2026 07:00

Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memandang pemangkasan produksi sejumlah komoditas mineral dan batu bara (minerba) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 berpotensi menjegal Indonesia mendapatkan pendapatan tambahan gara-gara kenaikan harga komoditas.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menyatakan harga komoditas unggulan Indonesia seperti nikel, batu bara, hingga tembaga sedang melonjak akibat gangguan suplai energi minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz.

Meskipun memberikan angin segar, Myrdal memandang Indonesia bisa gagal mendapatkan keuntungan tambahan secara maksimal akibat pemangkasan produksi yang dilakukan pemerintah.


Myrdal mengestimasikan tambahan pendapatan dari tiga komoditas unggulan Indonesia tersebut berada di kisaran Rp20–Rp90 triliun di atas target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 sebesar Rp134 triliun.

Dengan catatan, harga bertahan di atas besaran yang diantisipasi, RKAB direvisi naik, dan instrumen seperti bea keluar atau windfall tax berjalan.