Logo Bloomberg Technoz

IHSG menjadi yang teratas dari banyak Bursa Asia yang menghijau sepanjang hari, menyusul NIKKEI 225 (Jepang), KOSDAQ (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), KOSPI (Korea), SETI (Thailand), SENSEX (India), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), Straits Times (Singapura), dan PSEI (Filipina) yang berhasil menguat masing–masing 1,84%, 1,64%, 1,6%, 1,54%, 1,54%, 1,4%, 1,02%, 0,99%, 0,77%, 0,55%, 0,51%, 0,3%, 0,25%, dan 0,14%.

Sementara Bursa Saham TOPIX (Jepang) masih ada di zona merah dengan melemah 0,04%.

Jadi, IHSG adalah indeks dengan penguatan paling tinggi pertama dan nomor satu di Asia, dan juga ASEAN.

Salah satu sentimen yang memulas laju IHSG optimisme pasar terhadap perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada minggu ini. Harapan terus memuncak usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan Lebanon. 

Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pemimpin Israel tersebut akan "menahan diri" dalam melancarkan serangan ke negara yang saat ini tengah dilanda kelelahan akibat perang, memberikan secercah harapan bagi deeskalasi konflik.

Menyitir Bloomberg News, dalam tanya–jawab dengan NBC News, Trump yang telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada Rabu yang menyatakan pihak Israel sedang "mengurangi intensitas" operasi di Lebanon. Wakil Presiden AS JD Vance juga menambahkan, Israel telah setuju untuk "sedikit menahan diri di Lebanon" guna mendukung jalannya proses perundingan.

Phintraco Sekuritas menyebut, harapan akan tercapainya kesepakatan untuk menyudahi perang AS–Israel vs. Iran serta antisipasi musim pembagian dividen menjadi faktor-faktor yang mendorong penguatan IHSG. 

“Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan penguatan IHSG berpeluang berlanjut. Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.500–7.550,” analisis Phintraco, Jumat.

Penguatan IHSG dan Bursa Asia turut seirama dengan indeks saham utama di Wall Street semalam yang ditutup menguat di zona hijau setelah muncul laporan Israel akan bernegosiasi secara langsung dengan Lebanon. 

“Hal ini dipandang sebagai langkah yang mendukung kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran dan dapat mengarah pada pembukaan kembali Selat Hormuz,” terang Phillip Sekuritas Indonesia.

(fad)

No more pages