Logo Bloomberg Technoz

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya disebut-sebut kemungkinan bakal mengunjungi Rusia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan saat ini Rusia sedang melakukan persiapan terkait dengan kunjungan tersebut.

Di sisi lain, Prabowo belum lama ini mengungkapkan salah satu alasan kerap melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri yakni untuk mengamankan pasokan minyak mentah.

Dia mencontohkan dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang beberapa waktu lalu, Indonesia berhasil mengamankan stok minyak dari negara tersebut.

Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat dirinya bakal kembali melakukan lawatan ke luar negeri untuk mengamankan stok minyak dari negara tersebut. Akan tetapi, Kepala Negara belum mengungkapkan negara tujuannya.

“Dibilang Prabowo senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-suadara, untuk amankan minyak gue harus ke mana-mana. Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat,” kata Prabowo dalam taklimat Kabinet Merah Putih, di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).

“Aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat, kamu tau ke mana. Amankan [pasokan minyak untuk dalam negeri] juga,” ungkap Kepala Negara.

Untuk diketahui, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mensinyalir raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, bakal ditemani oleh mitra kerja tambahan di proyek Kilang Tuban.

Oki menjelaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dibutuhkan untuk membangun Kilang Tuban memang terbilang sangat besar.

Namun, saat ini proses keputusan investasi atau final investment decision (FID) oleh Rosneft masih berlangsung dan diharapkan segera rampung.

Lebih lanjut dia menyatakan secara umum Pertamina bakal mempercepat penambahan kapasitas kilang yang dimiliki, salah satunya dengan menggaet mitra-mitra baru, tak terkecuali pada proyek GRR Tuban.

“Karena itu kita melakukan partnerships. Saat ini statusnya sedang FID nanti mudah-mudahan kita bisa segera menyelesaikannya dan mudah-mudahan bisa segera menuju tahapan selanjutnya. Untuk partner-partner di refinery ini kami tentunya berkoordinasi sangat erat dengan pemerintah, dengan Danantara, dan juga dengan Kementerian ESDM,” kata Oki di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Sekadar informasi, Kementerian ESDM memastikan proses FID Rosnet di proyek Kilang Tuban masih berproses pada awal tahun ini.

Dengan begitu, target rampungnya FID yang sebelumnya dipatok pada kuartal IV-2025 resmi meleset.

“Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban],” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, kepada awak media, Rabu (14/1/2026) malam.

Laode belum dapat memastikan kapan FID tersebut ditargetkan rampung, dia hanya menegaskan Rosneft masih melanjutkan proses FID. “Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya,” tegas Laode.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam kesempatan terdahulu membeberkan FID Rosneft di Kilang Tuban bakal diputuskan pertengahan Desember 2025.

Bahlil menuturkan Pertamina bersama dengan Rosneft Singapore Pte Ltd tengah berunding terkait dengan keputusan akhir megaproyek kilang tersebut.

“Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan,” kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Adapun megaproyek kilang baru dengan nilai investasi sekitar US$20,7 miliar itu digarap PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Pertamina lewat anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memegang 55% saham PRPP, sedangkan 45% saham lainnya dikuasai Rosneft Singapura.

Setelah tersendat beberapa tahun, FID Rosneft di proyek GRR tersebut semestinya ditargetkan rampung pada kuartal IV-2025.

(azr/wdh)

No more pages