Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas operasional bandara dan maskapai semakin aktif. Hal ini juga menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari tingginya permintaan selama periode libur besar. Momentum tersebut terjadi pada awal tahun dan menjelang bulan Ramadan.
“Peningkatan permintaan perjalanan udara pada periode peak season di Januari 2026 dan Maret 2026 dapat diakomodir InJourney Airports melalui kolaborasi yang baik dengan seluruh stakeholders di bandara. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga secara umum bandara-bandara InJourney Airports dapat melayani penumpang pesawat dengan baik dan lancar pada periode sibuk tersebut,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Lonjakan penumpang terutama terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru serta periode angkutan Lebaran. Kedua momen ini secara konsisten menjadi pendorong utama kenaikan trafik penerbangan setiap tahunnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, seluruh bandara yang berada di bawah pengelolaan InJourney Airports disiagakan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional maskapai.
Kesiapan operasional tersebut juga bertujuan memastikan ketersediaan slot penerbangan. Selain itu, hal ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi kapasitas bandara.
Penguatan Konektivitas dan Bandara Tersibuk
Selain faktor musiman, peningkatan trafik juga didorong oleh pembukaan rute-rute penerbangan baru. Kolaborasi antara operator bandara dan maskapai menjadi kunci dalam memperluas jaringan konektivitas.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan jumlah penumpang, tetapi juga memperkuat peran bandara sebagai penggerak ekonomi. Konektivitas yang semakin luas membuka peluang pertumbuhan di berbagai sektor.
Mohammad R. Pahlevi menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam mendukung pertumbuhan industri penerbangan. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan transportasi global.
“InJourney Airports berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat konektivitas penerbangan di Indonesia melalui pembukaan rute-rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional. Ini menjadi upaya InJourney Airports dalam menjalankan peran sebagai agent of development dan Value Creator untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.”
Dari sisi operasional, terdapat lima bandara dengan tingkat aktivitas tertinggi selama Kuartal I 2026. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang menjadi yang tersibuk dengan 13,48 juta penumpang.
Posisi kedua ditempati Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dengan 5,34 juta penumpang. Sementara itu, Bandara Juanda Surabaya melayani 3,21 juta penumpang.
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berada di posisi berikutnya dengan 2,34 juta penumpang. Sedangkan Bandara Kualanamu di Deli Serdang mencatat 1,80 juta penumpang.
Kelima bandara tersebut menjadi tulang punggung mobilitas udara nasional. Tingginya trafik di bandara-bandara ini menunjukkan peran strategisnya sebagai hub utama.
Memasuki Kuartal II 2026, InJourney Airports akan menghadapi tantangan baru. Fokus utama akan diarahkan pada pelayanan angkutan haji serta periode libur sekolah.
Kedua periode tersebut diperkirakan kembali mendorong peningkatan jumlah penumpang. Oleh karena itu, kesiapan operasional menjadi faktor penting yang harus dijaga.
Selain itu, perusahaan juga terus melakukan transformasi di berbagai aspek layanan. Transformasi ini mencakup peningkatan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta sistem operasional berbasis ekosistem.
Teknologi juga menjadi elemen kunci dalam mendukung transformasi tersebut. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan secara keseluruhan.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, InJourney Airports optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan. Kinerja positif di awal tahun menjadi modal penting untuk menghadapi periode berikutnya.
Ke depan, peningkatan layanan dan konektivitas akan terus menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan peran bandara sebagai penggerak mobilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
(tim)






























