Logo Bloomberg Technoz

Kasus Tas Ekspor, InJourney Tegaskan Bukan Karyawan Soetta


Calon penumpang antre melakukan pelaporan diri saat arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (18/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon penumpang antre melakukan pelaporan diri saat arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (18/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menegaskan bahwa oknum petugas kargo yang diduga terlibat dalam kasus tas ekspor di kawasan Bandara Internasional Bandara Soekarno-Hatta bukan merupakan karyawan resmi perusahaan pengelola bandara tersebut. Penegasan ini disampaikan menyusul berkembangnya informasi mengenai dugaan tindak pidana yang melibatkan petugas layanan kargo pada Jumat, 15 Mei 2026.

Manajemen bandara meminta seluruh pekerja dari berbagai perusahaan dan entitas yang beroperasi di kawasan bandara agar selalu mematuhi aturan yang berlaku serta tidak melakukan pelanggaran hukum. InJourney Airports juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Bandara Soekarno Hatta sebagai salah satu gerbang utama transportasi udara nasional.

Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Soekarno Hatta, Yudistiawan, memastikan bahwa pihak yang diamankan dalam kasus tersebut tidak memiliki hubungan kerja dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Ia menegaskan bahwa perusahaan ingin meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.


“Perlu kami sampaikan bahwa pelaku yang diamankan bukan merupakan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta.”

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk klarifikasi resmi dari pengelola bandara terkait isu yang berkembang di publik. Menurut Yudistiawan, perusahaan sangat menjaga integritas operasional bandara dan tidak mentoleransi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan kerja.

InJourney Airports Dukung Penegakan Hukum