Logo Bloomberg Technoz

“Di aturan tersebut, disampaikan juga bahwa harus memenuhi kajian secara komersial teknis dan manajemen risiko. Teknisnya harus lulus, komersialnya lulus, finansialnya lulus, bagian manajemen risiko juga lulus, supaya kita bisa masuk untuk berinvestasi di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Fadli.

Gelombang pendaftaran kedua dibuka setelah proses seleksi mitra pada gelombang pertama untuk empat wilayah, yakni Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya dan Yogyakarta selesai dilakukan beberapa waktu lalu.

Melalui proses ini, Danantara membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) yang berfungsi sebagai daftar prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi.

Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi bagian dari kelompok calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia pada tahap selanjutnya.

Danantara menilai pembukaan kembali DPT dilakukan untuk meningkatkan pilihan teknologi dan memperluas pendanaan dari berbagai negara, serta makin memperkuat investasi di dalam negeri.

Sekadar catatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengolahan sampah menjadi energi atau PLTSa pada April 2026.

Rencananya, proyek tersebut bakal berjalan di 29 lokasi. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target sebelumnya yang mencapai 33 lokasi. Hal ini terjadi karena terdapat penggabungan beberapa lokasi proyek WtE.

Danantara sebelumnya mengumumkan dua mitra terpilih PLTSa di Bekasi dan Denpasar. Dua perusahaan pemenang lelang tersebut sama-sama berasal dari China.

Adapun, Danantara menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator untuk PLTSa di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator untuk PLTSa di Denpasar.

“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat.” kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam siaran pers, Jumat (6/3/2026).

Setelah itu, Danantara kembali menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, sebagai pemenang tender proyek PLTSa di Bogor Raya.

Nantinya, mitra pengelola diwajibkan membentuk konsorsium guna mendorong transfer teknologi dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan perusahaan Indonesia.

(azr/wdh)

No more pages