Perjalanan bisnis KainIndonesia.co juga tidak lepas dari dukungan ekosistem digital. Shinta Paramarti mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti program BRI Incubator.
"BRI merupakan bank dengan nama besar yang sangat baik. Komitmen tersebut tercermin dari jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga membuat saya yakin bahwa program BRI juga akan memberikan manfaat yang besar. Dan memang benar, di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," ungkapnya.
Melalui platform LinkUMKM, KainIndonesia.co mendapatkan akses pembelajaran yang membantu memperkuat pengelolaan bisnis. Selain itu, platform ini juga membuka peluang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing.
Dalam menjalankan operasionalnya, KainIndonesia.co memanfaatkan berbagai kanal pemasaran. Penjualan dilakukan melalui toko offline, marketplace, hingga social commerce untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Tidak hanya itu, usaha ini juga telah menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa produk berbasis budaya lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.
Untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan, KainIndonesia.co memanfaatkan layanan perbankan seperti QRIS dan tabungan BRI. Selain itu, sebagian hasil usaha juga dialokasikan untuk investasi guna menjaga keberlanjutan bisnis.
Peran LinkUMKM Dorong UMKM Naik Kelas
Seiring pertumbuhan usaha, fokus pengembangan KainIndonesia.co tetap bertumpu pada penguatan identitas berbasis wastra. Namun di saat yang sama, perusahaan juga berupaya memperluas penerimaan pasar terhadap produk bernuansa budaya.
"Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global," ujarnya.
Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM di Indonesia. Platform ini menjadi sarana pendampingan usaha secara daring yang mencakup berbagai aspek pengembangan bisnis.
Mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, hingga percepatan proses naik kelas UMKM. Hal ini menjadikan LinkUMKM sebagai salah satu ekosistem digital yang strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro.
LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi. Di antaranya UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, serta Coaching Clinic yang memberikan pendampingan secara langsung.
Selain itu, terdapat pula layanan tambahan seperti registrasi Nomor Induk Berusaha. Platform ini juga didukung oleh lebih dari 840 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perkembangan usaha seperti KainIndonesia.co mencerminkan kemampuan UMKM dalam beradaptasi. Terutama dalam menggabungkan kekayaan budaya dengan kebutuhan pasar modern.
“KainIndonesia.co menunjukkan bagaimana pelaku usaha dapat mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi produk yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku usaha, termasuk perempuan, untuk terus mengembangkan kapasitas bisnisnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” pungkasnya.
Kisah KainIndonesia.co menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi bisnis. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menembus pasar global.
Ke depan, sinergi antara pelaku usaha dan lembaga pendukung seperti BRI diharapkan semakin kuat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa warisan budaya Indonesia tetap hidup sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
(tim)



























