Harga Minyak Melambung, Ini Deretan Kebijakan RI Bebani APBN 2026
Pramesti Regita Cindy
09 April 2026 12:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak geopolitik global membawa konsekuensi berupa tambahan beban fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Sejak awal tahun, pemerintah mengumumkan sejumlah paket kebijakan stimulus ekonomi yang dianggap mampu menggenjot gerak ekonomi, namun menambah beban APBN, baik menambah belanja maupun mengurangi potensi penerimaan negara. Salah satunya, pada momentum Ramadan dan Lebaran misalnya, pemerintah mengumumkan kebijakan stimulus dengan total anggaran mencapai Rp12,83 triliun, untuk pembagian bantuan sosial dadakan, juga insentif diskon transportasi mudik.
Kebijakan lain yang membebani APBN antara lain, menambah subsidi dan kompensasi BBM Pertalite di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kemudian, memberi insentif gratis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian tiket pesawat di tengah harga avtur yang melonjak, serta menggratiskan tarif bea masuk untuk suku cadang pesawat. Terbaru, menanggung kenaikan biaya haji akibat harga avtur yang melambung dari kocek APBN.
Berikut rincian kebijakan pemerintah di tengah kenaikan harga minyak dunia yang memberi tambahan beban pada APBN 2026:
Tambahan Subsidi BBM



























