Ekonom: Defisit 2,9% PDB Bukan Lagi Aman tapi Waspada
Mis Fransiska Dewi
09 April 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah ekonom menilai rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yakni defisit menjadi 2,9% dari 2,68% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai sinyal kewaspadaan atau bukan lagi aman seperti bendahara negara sering gaungkan.
“Saya melihat posisi defisit di 2,9% ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal kewaspadaan. APBN masih berjalan, tetapi ruang antisipasinya semakin terbatas,” kata Peneliti Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet ketika dihubungi, Kamis (9/4/2026).
“Kalau ditanya apakah ini berbahaya, mungkin belum pada tahap yang mengkhawatirkan secara langsung. Tetapi juga tidak bisa dikatakan sepenuhnya aman.”
Yusuf menjelaskan langkah Purbaya untuk mengerek defisit APBN menjadi 2,9% mencerminkan tekanan terhadap APBN memang sudah mulai terasa, terutama dari faktor eksternal seperti kenaikan harga energi dan dinamika geopolitik. Dalam konteks tertentu, penyesuaian ini bisa dipahami sebagai bentuk adaptasi, karena APBN memang berfungsi sebagai peredam ketika terjadi guncangan.
Namun di sisi lain, pergeseran defisit APBN ke 2,9% juga menunjukkan bahwa ruang fiskal tidak lagi selonggar yang diasumsikan di awal. Secara aturan memang masih berada di bawah batas 3% PDB, tetapi posisinya sudah sangat dekat dengan ambang tersebut.






























