Selain itu, perkembangan di Timur Tengah kembali menjadi beban bagi harga emas. Setelah tensi mereda karena Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran, tetapi bara konflik ternyata masih memercik.
Mohammad-Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menegaskan bahwa AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ini membuat pembicaraan lebih lanjut menjadi sulit dilakukan.
“Gencatan senjata secara bilateral atau negosiasi tidak beralasan. Dasar dari negosiasi itu secara terbuka dan jelas-jelas sudah dilanggar, bahkan sebelum negosiasi dimulai,” cuit Ghalibaf dalam unggahan di X.
Hal yang dimaksud oleh Ghalibaf adalah Israel yang masih melakukan serangan. Pasukan Negeri Bintang Daud masih menggempur Lebanon, untuk melawan kelompok Hezbollah.
Iran menganggap ini sebagai sebuah pelanggaran gencatan senjata. Akibatnya, Teheran kembali melanjutkan serangan ke negara-negara tetangga yang memiliki basis militer AS.
“Kebangkitan harga emas terlihat rapuh dalam waktu dekat. Emas masih membutuhkan pijakan yang lebih kuat,” sebut riset Standard Chartered Plc.
Situasi yang kembali memanas di Timur Tengah membuat harga minyak dunia kembali menguat. Pada pukul 07:37 WIB, harga minyak jenis brent melesat 2,51% ke US$ 97,14/barel.
Lonjakan harga minyak akan kembali membuat risiko inflasi menghantui perekonomian dunia. Saat harga energi makin mahal, maka sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali terperosok ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dibilang masih cenderung netral.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 96. Sudah jauh di atas 80, yang berarti sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya akan menguji support terdekat US$ 4.679/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Penembusan di titik ini berisiko merontokkan harga ke rentang US$ 4.669-4.646/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.480/troy ons.
Namun andai harga emas bisa membalikkan keadaan, maka US$ 4.730/troy ons rasanya akan menjadi target resisten terdekat. Dari sini, harga emas berpeluang mengetes kisaran US$ 4.786-4.817/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.972/troy ons.
(aji)



























