Logo Bloomberg Technoz

"Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara, seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain. Jadi kita insya Allah sudah clear-lah, insya Allah aman," tutur dia.

Ditemui di lokasi yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan negosiasi dengan otoritas Iran masih terus dilakukan agar kapal tanker milik Pertamina dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.

Prasetyo mencatat kapal tanker Pertamina Pride membawa minyak mentah sekitar 1,8 juta barel yang bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.

Akan tetapi, dia memastikan pemerintah sudah mendapatkan pengganti stok dari muatan tanker PIS tersebut.

"Jadi itu setara dengan mungkin cadangan kita satu sampai dua hari dan artinya pemerintah juga tidak tinggal diam hanya kepada masalah tersebut kan. Sumber-sumber suplai dari tempat yang lain harus kita secure," ujar Pras kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).

Adapun, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl Mulachela mengatakan saat ini diplomasi masih berlangsung dan tengah mencapai pembahasan hal-hal teknis yang sedang dalam proses tindak lanjut; seperti asuransi dan kesiapan kru kapal.

"Saat ini memang perkembangan yang berlangsung adalah terdapat beberapa hal-hal yang cukup teknis yang memang sedang ditindaklanjuti untuk bisa memastikan keselamatan untuk melintas dari sana dan ini termasuk hal-hal seperti asuransi dan juga kesiapan kru," ujar Nabyl dalam konferensi pers, Rabu (8/4/2026).
"Pada prinsipnya tentu kita memastikan ingin meminta agar kebebasan navigasi itu dihormati dan sesuai dengan hukum internasional dan unclause."

Kemlu saat ini mencatat ada 35 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran. Mereka termasuk di antara sekitar 281 Warga Negara Indonesia (WNI) masih di wilayah Iran.

Dihubungi secara terpisah hari ini, Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita mengatakan tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro—saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz dengan bantuan Kementerian Luar Negeri.

“PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. ​Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/4/2026).

“Bersama dengan Kemenlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.” 

Lebih lanjut, Vega menegaskan prioritas perusahaan saat ini tetap tertuju pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.  

“​Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Tanker minyak Pertamina Pride milik PIS tercatat masih belum dapat melewati Selat Hormuz, padahal kapal dengan tujuan akhir Cilacap tersebut semestinya diestimasikan tiba di Tanah Air pada 2 April 2026.

Pertamina Pride yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, terdapat satu tanker PIS yang masih belum dapat melewati Selat Hormuz, yakni Gamsunoro.

Gamsunoro. tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).

(azr/ros)

No more pages