Tak Hanya Defisit, APBN Maret 2026 Gali Lubang Tutup Lubang
Mis Fransiska Dewi
07 April 2026 13:29

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Maret 2026 tak hanya mengalami defisit anggaran 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga defisit keseimbangan primer mencapai Rp95,8 triliun. Ibaratnya, pemerintah gali lubang baru untuk menutup lubang utang dengan nominal tersebut.
Dalam rancangan UU APBN 2026, keseimbangan primer hanya dipatok defisit maksimal Rp89,7 triliun. Artinya, posisi defisit dalam tiga bulan pertama tahun ini bahkan sudah melebihi porsi setahun penuh.
Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, posisi keseimbangan primer ini jauh melemah dibanding 31 Maret 2025 yang mencatatkan surplus Rp21,9 triliun.
Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.
Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif. Begitu juga sebaliknya, bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang.





























