Logo Bloomberg Technoz

Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur industri Rusia, menargetkan fasilitas mulai dari pelabuhan laut hingga kilang minyak, serta pabrik pupuk guna membatasi pendapatan ekspor komoditas di tengah kenaikan harga global yang dipicu oleh konflik Timur Tengah.

Perang Israel-AS di Iran menghambat harapan akan kesepakatan perdamaian cepat guna mengakhiri invasi skala penuh Kremlin ke negara tetangganya, yang kini memasuki tahun kelima.

Rusia meluncurkan 93 drone ke Ukraina, di mana 76 di antaranya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara, sementara 17 drone menghantam 10 lokasi dan puing-puing jatuh di tiga lokasi lainnya, kata Staf Umum Ukraina di Telegram, mengutip informasi awal.

Drone menghantam Odesa di pesisir Laut Hitam, kota terbesar ketiga di Ukraina, melukai dua orang dan memicu kebakaran, menurut administrasi militer kota tersebut. 

Pasukan Rusia juga menembaki fasilitas produksi gas milik Grup Naftogaz di wilayah Poltava dua hari berturut-turut, serta fasilitas minyak dan gas di wilayah Sumy—memicu kebakaran, kata CEO Sergii Koretskyi di Facebook. Tidak ada karyawan yang terluka.

Lukoil dan Transneft PJSC, operator pipa minyak Rusia, belum menanggapi permintaan Bloomberg untuk memberikan komentar di luar jam kerja normal.

Fasilitas penyulingan minyak Norsi sebelumnya telah menjadi sasaran drone Ukraina, di mana serangan terbaru terjadi pada akhir 2025. Kilang tersebut memproses sekitar 340.000 barel minyak mentah per hari, di mana sebagian besar bahan bakar dikirim ke pasar domestik Rusia.

(bbn)

No more pages