Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Badan Usaha Milik Desa yang menjadi motor penggerak ekonomi. BUMDes Karosondaya mengelola berbagai unit usaha yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Unit usaha yang dikembangkan mencakup layanan BRILink, wisata jembatan treking, dermaga wisata, hingga rencana pengembangan kawasan wisata Tanjung. Diversifikasi usaha ini memperkuat fondasi ekonomi desa.
Selain menciptakan peluang usaha, pengembangan tersebut juga memperkuat ekosistem pariwisata. Aktivitas ekonomi yang terintegrasi memungkinkan manfaat ekonomi dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Pengelolaan sektor pariwisata di Desa Sausu Tambu dilakukan secara kolaboratif. Berbagai kelompok masyarakat dilibatkan untuk memastikan keberlanjutan serta pemerataan manfaat ekonomi.
Kelompok Sadar Wisata, Kelompok Masyarakat Pengawas, dan Kelompok Tani Hutan menjadi bagian penting dalam pengelolaan tersebut. Sinergi ini menjaga kualitas destinasi sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
Pendekatan kolaboratif juga memberikan dampak langsung bagi nelayan lokal. Mereka tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga memperoleh peluang tambahan dari sektor wisata.
Di luar pariwisata, sektor kakao menjadi tulang punggung ekonomi desa. Hampir seluruh warga terlibat dalam budidaya kakao dengan berbagai varietas yang meningkatkan produktivitas.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Pengembangan kakao menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi berbasis komoditas unggulan.
Sektor perikanan tetap menjadi andalan masyarakat pesisir. Hasil tangkapan seperti ikan tongkol dan ikan lajang menjadi sumber utama penghasilan bagi nelayan setempat.
Selain itu, komoditas kelapa juga mengalami perkembangan signifikan. Jika sebelumnya hanya diolah menjadi kopra, kini produk kelapa mulai menembus pasar di luar daerah.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap peluang pasar. Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Dalam mendukung transformasi tersebut, akses terhadap layanan keuangan menjadi hal yang krusial. Kehadiran BRI melalui berbagai layanan perbankan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Layanan seperti AgenBRILink dan aplikasi BRImo membantu masyarakat mengakses transaksi keuangan secara lebih praktis. Selain itu, dukungan pembiayaan turut mendorong pengembangan usaha lokal.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa program Desa BRILiaN menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan desa.
“Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pendampingan ini dilakukan secara berkelanjutan agar desa mampu tumbuh mandiri dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Dhanny.
Program Desa BRILiaN sendiri telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Inisiatif ini terus diperluas untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Keberhasilan Desa Sausu Tambu menjadi bukti bahwa sinergi antara potensi lokal dan dukungan kelembagaan mampu menghasilkan perubahan signifikan. Transformasi desa tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, desa ini terus berkembang menjadi wilayah yang adaptif dan produktif. Kolaborasi antara masyarakat dan dukungan dari BRI menjadi kunci utama dalam perjalanan tersebut.
Ke depan, Desa Sausu Tambu diharapkan dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan. Optimalisasi potensi lokal akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Transformasi yang terjadi di desa ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(tim)





























