Logo Bloomberg Technoz

Keputusan Trump untuk mengusulkan kenaikan drastis anggaran Pentagon—peningkatan satu tahun terbesar sejak World War II—muncul ketika jajak pendapat menunjukkan ia kesulitan meyakinkan banyak warga Amerika terkait kebijakan perang dengan Iran.

Proposal tersebut juga menempatkan sekutu Trump di Capitol Hill dalam posisi sulit, setelah anggota parlemen gagal mengesahkan seluruh pemangkasan yang ia minta pada tahun pertamanya kembali menjabat, serta di tengah reaksi negatif sebagian pemilih terhadap upaya pemangkasan birokrasi. Secara keseluruhan, anggaran ini membuka perdebatan sengit mengenai kebijakan dan prioritas menjelang pemilu paruh waktu penting pada November mendatang.

“Anggaran Donald Trump rusak hingga ke akar-akarnya, dan Demokrat akan memastikan anggaran ini tidak pernah lolos,” kata Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer dalam sebuah pernyataan. “Jika Partai Republik memilih mengikuti anggaran ini, mereka akan seperti Thelma dan Louise dan mengikuti nasib politik Donald Trump jatuh dari tebing yang sama.”

Peningkatan keseluruhan belanja diskresioner yang diusulkan Trump kemungkinan akan memperburuk defisit anggaran tahunan AS yang sudah besar. Berbeda dari praktik selama puluhan tahun, anggaran tersebut tidak mencantumkan proyeksi 10 tahun mengenai dampaknya terhadap defisit masa depan, yang akan dirilis secara terpisah pada akhir tahun. Hal ini sebagian karena anggaran tersebut tidak memasukkan belanja wajib seperti Social Security, Medicare, dan Medicaid—tiga pendorong terbesar defisit masa depan.

Anggaran Gedung Putih mencakup US$65,8 miliar untuk pembangunan kapal, 85 jet tempur F-35 baru dari Lockheed Martin, serta kenaikan gaji bagi prajurit. Personel militer hingga pangkat staf sersan Angkatan Darat akan mendapatkan kenaikan gaji 7%, sementara perwira tinggi memperoleh kenaikan 5%.

Anggaran Trump mencapai peningkatan tersebut melalui US$350 miliar belanja wajib tahun depan, sebagai bagian dari upaya mengalihkan lebih banyak belanja pertahanan dari anggaran diskresioner tahunan ke belanja wajib. Langkah ini dapat membantu meloloskan tambahan belanja melalui proses rekonsiliasi anggaran di Kongres, sekaligus menghindari filibuster Demokrat di Senat.

Pemangkasan Domestik

Di sisi domestik, anggaran tersebut mengusulkan peningkatan US$28,5 miliar untuk penegakan imigrasi, tambahan US$4,7 miliar untuk Departemen Kehakiman, serta US$10 miliar untuk proyek penataan kota di ibu kota negara.

Namun sebagian besar lembaga domestik akan menghadapi pemangkasan tajam. Tiga departemen—Departmen Dalam Negeri, Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, juga Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan—masing-masing akan mengalami pemangkasan sekitar 13%. Sementara Departmen Pendidikan akan dipangkas 2,9% sebagai bagian dari apa yang disebut anggaran sebagai “jalur menuju penghapusan.”

Peningkatan besar diupayakan untuk Departemen Pertahanan dengan pemotongan anggaran di banyak lembaga lainnya. (Sumber: Bloomberg)

Anggaran tersebut juga melanjutkan upaya Trump membongkar agenda lingkungan pendahulunya, dengan membatalkan US$15 miliar program energi terbarukan dan udara bersih—serta mengalihkan sebagian besar dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur bahan bakar fosil dan superkomputer kecerdasan buatan yang membutuhkan energi besar di Departmen Energi

Pemangkasan besar juga diusulkan untuk program bantuan bagi masyarakat miskin, seperti bantuan tunawisma, subsidi pemanas rumah, serta riset medis.

Meskipun Mahkamah Agung pada Februari membatalkan penggunaan kewenangan darurat Trump untuk memberlakukan tarif global, anggaran tersebut memperkirakan pendapatan tarif sebesar US$464 miliar pada 2027—naik 138% dibandingkan tahun lalu.

Anggaran tersebut juga tidak menyinggung dividen tarif sebesar US$2.000 yang sebelumnya diusulkan Trump bagi wajib pajak individu, sehingga masa depannya masih belum jelas.

Proyeksi Ekonomi

Asumsi ekonomi dalam anggaran memperkirakan ekonomi AS akan menguat pada 2026, dengan pertumbuhan meningkat dan tingkat pengangguran menurun. Anggaran tersebut memperkirakan aktivitas ekonomi tumbuh 3,1% tahun ini, tren yang diyakini pemerintah akan berlanjut hingga akhir masa jabatan Trump.

Tingkat pengangguran, yang secara tak terduga turun menjadi 4,3% pada Maret, diproyeksikan turun ke level historis rendah 3,7% pada kuartal keempat.

OMB juga memperkirakan inflasi akan melambat. Pemerintah memperkirakan indeks harga konsumen (IHK) meningkat 2,3% pada kuartal keempat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. IHK tercatat 2,4% pada Februari—namun ekonom kini memperkirakan laju inflasi akan meningkat akibat perang Iran.

Peramal Gedung Putih juga memproyeksikan penurunan signifikan suku bunga dalam lima tahun ke depan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperkirakan turun menjadi rata-rata 3,7% tahun ini dan 3,3% pada 2030. Imbal hasil 10 tahun sempat berada di atas 4% sepanjang 2025 dan melonjak dalam sebulan terakhir akibat kekhawatiran inflasi dari perang Iran. Saat ini imbal hasil berada sekitar 4,3%.

Kantor Anggaran Kongres memperkirakan defisit anggaran akan meningkat menjadi lebih dari US$3 triliun pada 2036, dengan utang nasional mencapai 120% dari produk domestik bruto—bahkan sebelum kenaikan belanja pertahanan baru Trump diberlakukan.

Namun Trump pada Jumat mengatakan bahwa upaya memberantas kecurangan dalam program federal, yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, dapat menutup kesenjangan tersebut.

“Angkanya sangat besar sehingga, jika berhasil, kita secara harfiah dapat menyeimbangkan Anggaran Amerika,” tulis Trump dalam unggahan di media sosialnya. “Semoga berhasil JD!”

Pembayaran tidak semestinya yang diidentifikasi lembaga federal pada 2025—sebagai indikator kasar aktivitas penipuan—mencapai US$186 miliar. Angka tersebut sekitar sepersepuluh dari defisit anggaran sebesar US$1,8 triliun pada tahun yang sama.

(bbn)

No more pages